Ekspor Garment Thailand Turun
Bersumber pada Thai Garment Manufacturers Association (TGMA), ekspor garment Thailand periode 6 bulan pertama 2001 tercatat US$ 1,532.8 juta yang berarti turun 5.23% bila dibandingkan dengan ekspor pada periode yang sama tahun 2000 yang nilainya US$ 1,617.39 juta.
Ekspor garment Thailand ke negara tujuan utama dalam periode 6 bulan pertama 2001 tersebut, kecuali ASEAN, mengalami penurunan. Ekspor ke USA, EU, Jepang dan ASEAN tercatat senilai US$ 1.29 milyar atau turun 5.3%, yaitu ke USA senilai US$ 802.40 juta atau turun 4.03%, ke EU US$ 333.41 juta atau turun 10.29%, ke Jepang US$ 121 juta atau turun 3.08%, sedangkan untuk tujuan ASEAN US$ 29.81 juta atau meningkat 14.43%.
USA adalah negara tujuan ekspor utama yang menyerap 52.35% dari total ekspor garment Thailand, disusul EU 21.75%, Jepang 7.89% dan ASEAN 1.94%, sehingga pasar garment Thailand utama tersebut diatas, menyerap 83.95% total ekspor garment Thailand pada periode 6 bulan pertama 2001. Negara-negara tujuan lainnya, menyerap 16.05% atau senilai US$ 246.06 juta atau turun 4.87% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2000.
Lebih lanjut TGMA menyatakan, bahwa pangsa ekspor garment dunia Thailand dalam tahun 1999 tercatat 1.9% atau turun bila dibandingkan dengan pangsa tahun 1990 yang besarnya 2.6%, sedangkan China, India, Indonesia, Bangladesh, Sri Lanka, Pakistan dan Vietnam, pangsa ekspor garment dunia-nya meningkat karena di negara-negara tersebut ongkos buruh lebih rendah dibanding Thailand. Sedangkan peningkatan pangsa ekspor garment dunia Meksiko dan negara-negara Caribean, disebabkan mereka menerima GSP dari USA, disamping itu, Meksiko juga menikmati “tax privileges” dibawah “North American Free Trade Agreement”.
Melihat kedepan, TGMA juga khawatir dengan kuota impor yang akan dihapus pada tahun 2005, karena jelas akan memperketat persaingan di pasar dunia. Hal yang positif dari penghapusan kuota impor ini adalah, ekspor garment Thailand tidak lagi terhambat oleh sistim kuota yang diterapkan negara pembeli.
Untuk mengatasi kendala dan persaingan yang makin tajam tersebut, TGMA menyarankan agar produsen garment Thailand meningkatkan efisiensi dan local content management, meningkatkan kwalitas dan mempercepat pengiriman (delivery) ke negara tujuan ekspor.
Hasil studi yang disusun oleh Mr. David Wilson (expert dari USA) yang disewa Department of Export Promotion (DEP) antara lain menekankan, bahwa keunggulan dalam bersaing terutama tergantung dari ongkos produksi. Karena upah buruh di Thailand lebih tinggi dibanding dengan negara saingan, maka hanya dapat diatasi dengan peningkatan efisiensi produksi. Hasil studi menyebutkan, apabila program peningkatan efisiensi produksi diterapkan dan dengan bantuan dari DEP, produksi garment Thailand dapat ditingkatkan 40%.
Tahun 2000 yang lalu, 3 (tiga) produsen garment Thailand, yaitu “Nan Yang Garment”, Apparel Avenue” dan Heart & Man Apparel” secara sukarela telah mengikuti program, dengan menyediakan pabriknya untuk digunakan sebagai pilot proyek dengan spesialis yang disewa, dan pemakaian mesin modern, dan hasilnya produksi dapat ditingkatkan antara 30% – 100%. Karena keberhasilan ini, 12 produsen garment ikut dalam program, dan sekitar 60 orang insinyur tekstil dan teknisi dilatih untuk mempersiapkan pengembangan lebih lanjut.
Statistik ekspor garment Thailand :
| JENIS PRODUKSI | Nilai (Juta US$) | Pertumbuhan (%) | ||
| 2000 (Jan-Des) | 2001 (Jan-Jun) | 2000 | 2001 (Jan-Jun) | |
| Apparel | 3,135.5 | 1,406.7 | 7.5 | - 6.7 |
| Woven | 1,345.9 | 613.4 | 8.8 | - 7.6 |
| Circular knit | 1,057.9 | 484.8 | 2.0 | - 12.5 |
| Flat knit | 353.0 | 117.4 | 18.0 | - 0.4 |
| Infant wear | 378.7 | 191.1 | 9.7 | 11.0 |
| Brassieres and accs. | 160.7 | 93.3 | 38.7 | 27.1 |
| Stocks and stockings | 59.0 | 25.6 | 14.7 | - 5.9 |
| Gloves | 17.5 | 7.2 | - 10.9 | - 19.5 |
| Total | 3,372.7 | 1,532.8 | 8.6 | - 5.2 |
Bersumber pada Thai Garment Manufacturers Association (TGMA), ekspor garment Thailand periode 6 bulan pertama 2001 tercatat US$ 1,532.8 juta yang berarti turun 5.23% bila dibandingkan dengan ekspor pada periode yang sama tahun 2000 yang nilainya US$ 1,617.39 juta.
Ekspor garment Thailand ke negara tujuan utama dalam periode 6 bulan pertama 2001 tersebut, kecuali ASEAN, mengalami penurunan. Ekspor ke USA, EU, Jepang dan ASEAN tercatat senilai US$ 1.29 milyar atau turun 5.3%, yaitu ke USA senilai US$ 802.40 juta atau turun 4.03%, ke EU US$ 333.41 juta atau turun 10.29%, ke Jepang US$ 121 juta atau turun 3.08%, sedangkan untuk tujuan ASEAN US$ 29.81 juta atau meningkat 14.43%.
USA adalah negara tujuan ekspor utama yang menyerap 52.35% dari total ekspor garment Thailand, disusul EU 21.75%, Jepang 7.89% dan ASEAN 1.94%, sehingga pasar garment Thailand utama tersebut diatas, menyerap 83.95% total ekspor garment Thailand pada periode 6 bulan pertama 2001. Negara-negara tujuan lainnya, menyerap 16.05% atau senilai US$ 246.06 juta atau turun 4.87% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2000.
Lebih lanjut TGMA menyatakan, bahwa pangsa ekspor garment dunia Thailand dalam tahun 1999 tercatat 1.9% atau turun bila dibandingkan dengan pangsa tahun 1990 yang besarnya 2.6%, sedangkan China, India, Indonesia, Bangladesh, Sri Lanka, Pakistan dan Vietnam, pangsa ekspor garment dunia-nya meningkat karena di negara-negara tersebut ongkos buruh lebih rendah dibanding Thailand. Sedangkan peningkatan pangsa ekspor garment dunia Meksiko dan negara-negara Caribean, disebabkan mereka menerima GSP dari USA, disamping itu, Meksiko juga menikmati “tax privileges” dibawah “North American Free Trade Agreement”.
Melihat kedepan, TGMA juga khawatir dengan kuota impor yang akan dihapus pada tahun 2005, karena jelas akan memperketat persaingan di pasar dunia. Hal yang positif dari penghapusan kuota impor ini adalah, ekspor garment Thailand tidak lagi terhambat oleh sistim kuota yang diterapkan negara pembeli.
Untuk mengatasi kendala dan persaingan yang makin tajam tersebut, TGMA menyarankan agar produsen garment Thailand meningkatkan efisiensi dan local content management, meningkatkan kwalitas dan mempercepat pengiriman (delivery) ke negara tujuan ekspor.
Hasil studi yang disusun oleh Mr. David Wilson (expert dari USA) yang disewa Department of Export Promotion (DEP) antara lain menekankan, bahwa keunggulan dalam bersaing terutama tergantung dari ongkos produksi. Karena upah buruh di Thailand lebih tinggi dibanding dengan negara saingan, maka hanya dapat diatasi dengan peningkatan efisiensi produksi. Hasil studi menyebutkan, apabila program peningkatan efisiensi produksi diterapkan dan dengan bantuan dari DEP, produksi garment Thailand dapat ditingkatkan 40%.
Tahun 2000 yang lalu, 3 (tiga) produsen garment Thailand, yaitu “Nan Yang Garment”, Apparel Avenue” dan Heart & Man Apparel” secara sukarela telah mengikuti program, dengan menyediakan pabriknya untuk digunakan sebagai pilot proyek dengan spesialis yang disewa, dan pemakaian mesin modern, dan hasilnya produksi dapat ditingkatkan antara 30% – 100%. Karena keberhasilan ini, 12 produsen garment ikut dalam program, dan sekitar 60 orang insinyur tekstil dan teknisi dilatih untuk mempersiapkan pengembangan lebih lanjut.
Statistik ekspor garment Thailand :
| JENIS PRODUKSI | Nilai (Juta US$) | Pertumbuhan (%) | ||
| 2000 (Jan-Des) | 2001 (Jan-Jun) | 2000 | 2001 (Jan-Jun) | |
| Apparel | 3,135.5 | 1,406.7 | 7.5 | - 6.7 |
| Woven | 1,345.9 | 613.4 | 8.8 | - 7.6 |
| Circular knit | 1,057.9 | 484.8 | 2.0 | - 12.5 |
| Flat knit | 353.0 | 117.4 | 18.0 | - 0.4 |
| Infant wear | 378.7 | 191.1 | 9.7 | 11.0 |
| Brassieres and accs. | 160.7 | 93.3 | 38.7 | 27.1 |
| Stocks and stockings | 59.0 | 25.6 | 14.7 | - 5.9 |
| Gloves | 17.5 | 7.2 | - 10.9 | - 19.5 |
| Total | 3,372.7 | 1,532.8 | 8.6 | - 5.2 |
(Ditulis : 29 Agustus 2001)

SSR Apparells – Sourcing agents and buying agents in India, export and supply ladies wear and kids wear including fashion wear, casual wear, evening wear, formal wear and many other readymade wears from India.best services and facilities to wholesalers, boutique and retail chains across the globe.