Peluang Handicraft di Daerah Tujuan Wisata Thailand
Minggu lalu, kami beserta Konsul Indonesia di Songkhla Thailand Selatan mengadakan promosi Investasi, Perdagangan, Perikanan dan Pariwisata di wilayah-wilayah selatan Thailand didekat perbatasan Malaysia, diantaranya propinsi Phuket, Krabi, dan Nakorn Sri Thamarat. Cukup banyak peluang ekspor maupun kerjasama di sektor perdagangan, perikanan dan pariwisata, yang didapati dari temu bisnis yang selalu dijadwalkan di setiap propinsi, dalam kesempatan ini dilaporkan peluang besar bagi produk handicraft.
Phuket merupakan daerah wisata baru 5 tahun terakhir ini dengan penduduk 300 ribu dan jumlah turis 3 juta orang, memiliki bandara internasional langsung dari sejumlah kota Eropa, sejumlah kota Amerika Utara dan sejumlah kota Asia Timur. Krabi dengan penduduk 100 ribu dan jumlah turis 1 juta orang, memiliki bandara nasional. Nakorn Sri Thamarat memiliki penduduk 1,5 juta, dan juga memiliki turis dengan jumlah substansial.
Peluang yang diamati justru datang dari para turis mancanegara. Wilayah-wilayah wisata ini mampu berkembang secara luar biasa dari lahan yang tadinya rawa tidak berpenghuni. Jutaan turis ini terlihat belum terlayani dengan baik dalam hal aneka jenis barang-barang handicraft. Wilayah ini tidak memiliki penduduk yang berprofesi pengrajin handicraft sehingga mendatangkannya dari wilayah sekitar Bangkok dan Chiangmai, yang juga terbatas dan kering design maupun budaya. Di pasar saat ini banyak terdapat produk handicraft dari negara tetangga seperti China, Laos, Myanmar, Vietnam dan Indonesia. Mutu dari produk yang ada di pasar, kurang baik dan tidak seimbang dengan mutu jasa pelayanan pariwisata yang tersedia.
Pada acara temu bisnis terungkap bahwa para tour operator di wilayah-wilayah ini telah menyadari langkanya produk handicraft yang berkualitas baik dengan harga bersaing. Mereka menyatakan cukup mengenal produk handicraft Indonesia yang berkualitas baik dan harganya bersaing. Mereka akan menyambut baik apabila KBRI dan Konsul Indonesia di Songkhla dapat menjembatani para tour operator dan pemain bisnis pariwisata daerah-daerah wisata dengan para eksportir handicraft Indonesia.
Peluang bagi para eksportir Indonesia berdasarkan pengamatan kami dapat dikelompokkan dalam dua kategori. Yang pertama adalah produk handicraft dengan design apa adanya sekarang ini, meskipun sangat kental dengan design budaya Indonesia yang tentunya sudah banyak diketahui oleh sebagian dari masyarakat internasional. Produk-produk tersebut saat ini masuk Thailand sebagai barang cangkingan, hampir tidak tercatat dalam statistik bilateral, sehingga sedikit tersedia di pasar dengan harga sudah keliwat tinggi. Akibatnya, peluang menjadi kurang dimanfaatkan secara maksimal.
Produk handicraft kategori kedua justru yang paling besar peluangnya yaitu produk buatan pengrajin Indonesia dengan design budaya Thailand setempat. Harga produk ini dipasang tinggi dan merupakan kebanggaan Thailand. Pengrajin Indonesia bisa memanfaatkan rasa bangga orang Thailand untuk mendapat harga tinggi. Craftmanship bangsa Thailand berdasarkan pengamatan kami masih berada dibawah craftmanship orang Bali, Lombok, Jogya dan Solo, sehingga dengan sedikit upaya dari para designer yang ada sekarang, dapat diciptakan produk-produk dengan warna Thailand untuk diekspor ke daerah-daerah wisata Thailand yang kaya dengan turis, dengan harga cukup tinggi.
Dari pengamatan sebelumnya terhadap satu desa di Jepang, terdapat suatu usaha yang tidak pernah sepi pesanan handicraft karena desa ini dapat membuat aneka ragam produk handicraft dari berbagai tempat tujuan wisata di Jepang, Amerika Utara dan Eropa dengan strategi : memiliki masterpiece design yang sama, kemudian diberi “warna budaya” berbeda-beda untuk setiap tujuan wisata berbeda dan diekspor ke mancanegara sebagai barang souvenir. Misalnya, didaerah wisata air terjun Niagara USA, terdapat souvenir mahal yang tempat pembuatannya berada di Jepang. Strategi ini mungkin dapat ditiru oleh produsen handicraft Indonesia untuk membuat produk souvenir tujuan wisata yang kaya turis di Thailand. Secara nasional, Thailand memiliki tourist arrival hampir 10 juta orang (tepatnya 9,8 juta) tahun 2000 yang lalu.(TM)
( Ditulis : 19 Febuari 2001 )

Leave a Reply